"hidup ini sendiri memang fiksi, sering kali hanya imajinasi". itu kata djenar maesa ayu.
dan terkadang, memang benar adanya jika kita ini hidup dalam dunia fiksi. lalu apalah yang nyata? dari kecil kita sudah diberikan tanda-tanda akan surga dan neraka, dan kita sama sekali belum melihatnya bukan? jadi apakah itu fiksi atau memang sekedar imajinasi?
hari ini, april telah aku jalani. aku senang akhirnya bulan bergerak maju, aku juga sedih karena bulan yang lalu akan mengingatkanku pada cerita-cerita yang mungkin tidak akan kudapatkan nanti di bulan depan. entah itu cerita bersama putri, cerita bersama kawan, cerita tentang keluarga atau cerita tentang kesendirian.
tidak ada yang membuatku untuk mundur dan mati. tidak ada yang bisa membuatku menjadi padam api. aku memiliki ikat kepala merah, bukan sebagai tren masa kini, aku percaya, warna merah itu adalah berani, tidak mau kalah oleh sesuatu yang ngeri, sesuatu yang besar dan memustahilkan.
dan april baru saja datang, mengetuk pagi-pagiku yang kesiangan. banyak yang terlewatkan, tapi aku mencoba memahami serentetan kesendirian, apa yang menjadi luang dan apa yang menjadi pedang untuk sore dan malam nanti.
waktu sendiriku hampir habis. aku sudah membuat visi. aku ingin menjadi penulis. entah seberapa beruntungnya aku nanti, yang pasti aku mencintai seni ini, seni tulis yang datang tiba-tiba kepadaku. padahal semua orang tahu, aku bukan anak penulis. aku bukan soe hok gie yang pernah berkata, "aku suka menulis karena aku tahu, ayahku adalah seorang penulis". aku adalah manusia independen, aku adalah aku, dan jangan minta aku menjadi batu. keras dalam hidup.
april ini adalah imajinasi. april adalah fiksi. sama saja kemudian. kita tidak akan mengerti mengapa april terus dan terus saja hadir. karena hidup ini adalah imajinasi dan fiksi yang dibilang oleh djenar. selain itu, seperti yang dibicarakan oleh Kant:
Die Schöpfung ist niemals vollendet - penciptaan ini tidak pernah selesai
dan goenawan mohamad berkata, pagi adalah serangkaian repetisi. dengarkan itu ruh yang bernyawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar