Bagaimana aku menjadi cermin jika kamu lupa akan sekitar? Dan aku cuma menjadi bayangan hitam di dinding, tanpa corak, siluet tanpa make up. Apakah aku sebuah es yang mencair terkena sinar panas mentari atau sebuah rintik yang diturunkan hujan di sore hari? Entah penggalan apalagi yang harus diisi, keberlanjutanlah yang sedang aku hampiri dalam sendiri.
Berbagi, tidak sama sepelenya dengan memasang kuping-kuping dalam perbincangan. Hanya ada dua hal yang ada di dunia, kesenangan dan kesedihan. Tidak memakan waktu yang lama saat kesenangan terungkap dalam kata-kata, sedangkan kesedihan, membutuhkan waktu yang lama, bukan disengaja semata, tapi disusun seperti potongan puzzle. Karena aku dan semua tahu, kesenangan adalah tanaman yang tumbuh dari benih-benih kesedihan.
Jika disana ada yang berkata, kesenangan akan dua kali lipat terasa apabila dibagi bersama yang lain, tapi kesedihan, jika tak dibagi, sepertinya bakal memendam dan mengendap terlalu lama. Sampai dia berkerak di dasar hati, sampai dia tertunduk tak terangkat lagi. Berbagilah senang atau sedih, karena bukanlah itu sebuah kerugian yang kita dapatkan, tapi sebuah pelajaran yang bisa dicomot dari sekecil hal tersebut. Untuk hal yang tak bisa dituntut, untuk sebuah perbincangan yang tak lama lagi bakal menghilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar