ketakutan. sebuah jarak yang memisahkan senyum dan tangis. sebuah terjal yang mengancam manis untuk jatuh ke lubang pahit. sama seperti manusia biasa, rasa ketakutan yang menghantui, sebuah perhentian yang tidak terjadi saat ini.
kopi dingin dan beberapa batang rokok pun tak sanggup memberikan ketenangan. aku cuma memandang tanpa melakukan apapun disini, di depan layar komputerku sendiri. ketika semua sibuk dengan tugas dan tertidur pulas, aku bingung ingin berbuat apa. aku tanpa kerjaan. aku kembali memikirkan. aku ingin keluar. aku ingin keluar dalam kegemingan ini. aku tidak ingin dimakan lagi, dimakan sebuah cerita yang aku buat-buat, yang aku sengajakan. bodoh sekali.
mataku sudah asam sekali. perih juga. sesekali ini meneteskan airmata yang bukan tangis. pegal sekali. kacamataku sudah tak ingin aku pakai, entah kenapa. aku ingin keterlihatan disini. seputar malam dan rutinitasku yang tiada henti melakukan hal yang sama, aku ingin bersandaran sedikit saja, merentangkan pergelangan sendi-sendi. bulan, beri tahu, malam ini sudah mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar