Minggu, 11 April 2010

poetry of the queen

tuhan, beradakah dirimu saat kita sedang terpingkal
mengobati kerinduan akan sepasang mata, sebola dunia
hujan badai pun guyur menyambut kering dengan tangis yang perih
menunda jalan seorang seniman dengan sarung gendongannya

tuhan, beradakah dirimu ketika usia mulai menakuti-nakuti kembali ke sisimu
di dalam dunia yang luas, dan seketika embun menjadi panas, subuh menjadi gelap.
tuhan, tuhan, tuhan, dimana dirimu saat aku sedang bermain liar di luar sarang
melihat gelapmu yang kau larang, dan kini aku sendirian, aku merasakan yang tidak ingin aku rasakan, sebuah rasa berlebihan yang mencekik, sangat pekik dan kejam.

aku tidak ingin disini, tapi aku disini.
aku tidak ingin disana, tapi tolong kemari
raih tanganku, dengarkan tingkah nakalku
ajak aku berbuat kesalahan yang terjadi
bukan disentil, dan seketika aku menjadi kerdil, bahkan untuk tubuh sebesar ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar